Tiga Langkah Berhemat Bahan Bakar November 17, 2007
Posted by yudieerlangga in Tak Berkategori.Tags: otomotif
add a comment
Bisa menghemat pemakaian bahan bakar mobil adalah hal yang menarik. Selain volume mesin, tingkat konsumsi bahan bakar juga ditentukan oleh gaya kita mengemudi, kondisi mesin dan kekerasan tekanan ban.
Suka memblayer mesin, ngebut, bermain-main dengan akselerasi adalah sebagian dari gaya mengemudi yang boros bahan bakar. Sebaliknya, mengemudi dengan tenang, akselerasi lembut dan penempatan gigi perseneling yang pas bisa menekan konsumsi bahan bakar.
Tentu saja anda tidak bisa memaksa mobil V8 sehemat V4. Karena faktor kapasitas dan desain mesin, berat dan tahanan angin (aerodinamika) kendaraan, formula dan kualitas bensin tidak bisa anda kontrol. Jadi mengemudilah dengan akal sehat. Perawatan rutin dan kebiasaan mengemudi yang baik akan sangat membantu dalam berhemat.
Akselerasi Lembut
Mulailah mengemudi lebih lambat, dengan akselerasi lembut dan mengerem pelan-pelan. Semakin ngebut, semakin banyak bahan bakar yang dibutuhkan. Sekaligus memperbesar resiko. Pilihlah rute dengan sedikit kemungkinan macet. Manfaatkan siaran radio untuk itu. Penggunaan AC dan beban yang berlebihan memaksa mesin bekerja keras. Maka konsumsi bahan bakar juga meningkat.
Penelitian di AS, kecepatan yang direkomendasikan adalah 55 mil/jam (89km/jam) di jalan tol. Usahakan mengemudi dengan kecepatan konstan. Manfaatkan cruise control untuk perjalanan jauh.
Kenali Takanan Ban
Kapan terakhir kali anda memeriksa tekanan angin ban (TAB)? Umumnya hanya diperiksa ketika laju kendaraan terganggu. Bila TAB kurang, kerja mesin akan semakin berat, pemakaian bahan bakar otomatis meningkat. Artinya semakin sering antri dipom bensin.
Untuk menentukan TAB optimum, caranya gampang. Sebelumnya siapkan dulu alat pengukur tekanan ban yang berkualitas, kertas dan pen. Serta cara mengukur TAB yang tepat. Langkah pertama, periksa tekanan angin ban sebelum mobil dipakai. Catat hasilnya sebagai hasil pengukuran TAB dingin. Ulangi pemeriksaan pada saat mobil sudah dipakai sebagai pengukuran TAB panas. Biasanya TAB panas sedikit lebih tinggi dari TAB dingin. Namun TAB dingin-lah yang lebih akurat. Lakukan pengukuran pada seluruh ban. Spesifikasi TAB yang di keluarkan produsen ban mewakili TAB dingin ini.
Perakit mobil merekomendasikan tekanan angin yang berbeda untuk ban depan dan belakang. Sebaiknya anda lebih memperhatikan rekomendasi ini daripada angka yang tercetak di sisi luar ban untuk menentukan TAB mobil anda. Bandingkan TAB dingin dengan rekomendasi perakit mobil. Bila berbeda, maka anda harus menyesuaikannya.
Misalkan TAB dingin 32 Psi, sementara rekomendasi perakit mobil 35 psi, berarti 3 Psi yang harus ditambah. Jika, TAB panas 34 Psi, maka tambahlah tekanan angin ban hingga 37 Psi. Sebaliknya, bila TAB dingin lebih tinggi dibandingkan rekomendasi perakit, buang tekanan angin sesuai dengan selisihnya. Proses ini juga menggunakan patokan TAB panas. Bila selisih antara TAB dingin dan rekomendasi sudah diketahui, misalkan 2 Psi, dan TAB panas diketahui 38 Psi, maka kurangi TAB hingga tersisa 36 Psi
Patuhi Pola Perawatan Rutin
Kebanyakan mobil keluaran terakhir telah menggunakan teknologi canggih seperti pengapian elektornik yang perawatannya lebih sederhana. Namun tetap ada komponen yang butuh perhatian seperti mengganti filter udara secara periodik.
Mengatur kembali timing pengapian. Membersihkan busi, dan pastikan fungsi pengapian berjalan baik. Adanya lobang pada muffler atau di pipa knalpot akan memboroskan bahan bakar, berisik dan berbau busuk. (rsd)
Mobil Anda Mogok? Lakukan ‘Jumpstart’! November 17, 2007
Posted by yudieerlangga in Tak Berkategori.Tags: otomotif
add a comment
Saat mesin mobil kita sulit dinyalakan, biasanya kita melakukan jumpstart pada mobil kita. Ada banyak jenis jumpstart bisa dilakukan, seperti misalnya: dengan menggunakan aki mobil lain untuk men-’start’ mobil kita atau mendorong mobil, dengan kondisi porseneling ‘masuk’.
Mesin mobil yang susah di-’start’, salah satu penyebabnya adalah tenaga yang dimiliki aki mobil tersebut tak memadai alias aki-nya lemah. Nah, berikut ini diberikan beberapa langkah melakukan jumpstart pada mobil dengan menggunakan aki mobil lain, yang tentunya dalam keadaan yang lebih baik.
1. Sebelum melakukan jumpstart, ada baiknya Anda mengutamakan faktor keselamatan, yakni dengan mempersiapkan kacamata bening dan sarung tangan.
2. Dekatkan posisi mobil yang memiliki aki yang kondisinya bagus sedekat mungkin dengan mobil yang hendak di-jumpstart. Kedua mobil jangan sampai bersentuhan atau menempel.
3. Pastikan mesin pada kedua mobil dalam keadaan mati dan posisi kontak dalam keadaan ‘off’, serta berada pada permukaan yang rata. Pasanglah rem tangan kedua mobil atau ganjal ban bagian depan dan belakangnya.
4. Pastikan lampu, lampu riting, radio dan AC dalam keadaan ‘off’. Copotlah semua aksesoris mobil, seperti pemantik rokok dan soket listrik lainnya dari kedua mobil. Jumpstart aki dapat mencapai tegangan sebesar 300 volt pada sistem kelistrikan mobil Anda dan tegangan yang tiba-tiba naik dapat membahayakan peralatan kelistrikan di mobil Anda.
5. Periksalah elemen pada kedua aki, jika terdapat korosi, maka bersihkan dahulu dengan menggunakan kertas gosok atau benda lainnya. Kutub yang berkarat akan menghambat arus kelistrikan dari kabel ke dalam aki. Jangan lupa, kenakanlah sarung tangan demi keselamatan Anda. Periksa juga kondisi aki, jika aki rusak dan cairannya bocor, jangan dilanjutkan. Segera lepaskan aki dari mobil Anda dan belilah aki yang baru. Sebab jika Anda tetap melakukan jumpstart, bisa menyebabkan resiko yang terparah, yakni aki akan meledak. Pastikan juga elemen di dalam aki mobil yang lemah masih baik, dan permukaan larutan akinya tak kurang dari batas minimalnya.
6. Pasanglah salah satu ujung kabel jepit yang berwarna merah ke kutub positif (+)aki mobil yang bagus, dan pasangkan ujung satunya ke kutub positif (+) mobil yang akinya lemah. Biasanya terdapat tanda (+) atau tulisan ‘POS’ pada kutub posisif aki tersebut, jadi Anda perlu memeriksanya dahulu.
7. Kemudian pasanglah salah satu ujung kabel jepit yang berwarna hitam ke kutub negatif (-) dari aki mobil yang bagus, dan pasangkan ujung yang satunya ke bagian mobil yang akinya lemah, yang berbahan metal dan tidak tertutupi cat atupun krom, sebagai menjadi ‘ground’.
8. Pastikan kedua kabel tersebut tak bersentuhan, apalagi dalam keadaan terkelupas. Jauhkan juga dari kipas mesin dan ‘fan belt’.
9. Pastikan bahwa kondisi kontak mobil yang di-jumpstart dalam keadaan ‘off’ dan hidupkan mesin mobil yang akinya bagus, untuk mengisi tenaga pada aki mobil yang lemah. Setelah beberapa saat, jangan terlalu lama, hidupkan mobil yang mempunyai aki lemah.
10. Saat kedua mesin mobil telah hidup, lepaslah kabel hitam penghubung yang menempel pada body mobil dan kemudian ujung kabel yang menempel pada kutub negatif (-) aki mobil satunya. Kemudian, lepaskan kabel penjepit yang berwarna merah dari kedua kutub positif (+) aki kedua mobil. Sebelum menutup kap mobil, pastikan tak ada lagi yang terhubung pada kedua mobil.
11. Pastikan mesin mobil yang memiliki aki yang lemah terus menyala hingga minimal setengah jam, agar aki terisi tenaga.
Jika beberapa langkah di atas telah Anda lakukan, namun tetap saja keesokan harinya aki Anda tak kuat untuk men-’start’ mobil, maka segera hubungi ahlinya atau mekanik yang berpengalaman. Jangan lupa, selalu utamakan keselamatan Anda. (bun)
Mencari ide Situs Adsense dengan Google Adwords November 17, 2007
Posted by yudieerlangga in Tak Berkategori.Tags: adsense
add a comment
Author: adehendra | Published: 1st May 2007
Di luar keterbatasan tools dari overture dan symbiotic untuk menemukan ide kata kunci (keywords) untuk situs adsense, sebenarnya kita bisa memanfaatkan program periklanan Google Adwords untuk mengecek keakuratan data yang didapat dari overture dan symbiotic. Bagaimana caranya? Apa kelebihan dan kekurangan tools ini? Simak detailnya di tulisan ini.
Melanjutkan tulisan sebelumnya (cara menemukan ide untuk tema di situs adsense), disitu sudah dijelaskan bahwa cara untuk menemukan ide untuk kata kunci (keyword) dan niche di situs adsense adalah dengan menggunakan tool di overture (http://www.inventory.overture.com/) atau di http://www.symbiotic.com/. Namun kedua tool ini punya kelemahan, overture merupakan tool dari yahoo, yang tentu saja hasilnya kurang akurat jika digunakan sebagai patokan banyaknya pencarian yang dilakukan di Google. Symbiotic lebih akurat dari overture, sudah merepresentasikan banyaknya pencarian di Google, malah sudah ada nilai klik per kata kunci, kelemahannya adalah jumlah database kata kunci di symbiotic sangat terbatas, kadangkala kita menemukan jawaban “not found” atau klik per day sama dengan nol dari symbiotic, padahal aktualnya belum tentu seperti itu, mungkin ini terjadi karena symbiotic “ kurang cepat” dalam mengikuti dinamika statistic di Google yang berjalan sangat cepat, nilai pay per click dapat berubah dengan sangat dinamis tergantung hasil lelang pemasang iklan. Tapi untuk pemula kedua tools ini sangat bagus untuk bahan latihan karena bentuknya yang sederhana
Catatan: Ketika tulisan ini dibuat, tools di overture sedang ada gangguan, sehingga tidak bisa menampilkan statistic pencarian yang diminta.
Nah bagaimana untuk meminimalisir kekurangan-kekurangan itu (pembahasan ini dalam scope tools gratis, jika anda membeli yang berbayar seperti wordtracker, lain lagi ceritanya), Ada satu cara lagi untuk membantu kita membidik kata kunci yang tepat, yaitu Google Adwords. Google adwords? ya google adwords? Bukankah itu situs untuk pemasang iklan? Ya betul, ingat adsense adalah kebalikan adwords, komisi yang didapatkan adsenser didapat dari pembayaran pemakai adwods. Sebagai bentuk layanan kepada pelanggannya, Google memberikan fasilitas kepada pengguna adwords untuk memperkirakan kata kunci (keyword) apa yang tepat untuk dibidik. Sebagai pengguna adsense kita dapat memanfaatkan tools ini sebagai referensi pecarian keywords. Kelebihan tools ini tentu saja adalah data yang akurat, karena bersumber langsung dari Google, melengkapi kelemahan dari dari overture atau symbiotic. Untuk bisa menggunakan tools ini, anda harus teregister dulu sebagai pemasang iklan. Lho, kalau saya gak mau memasang iklan gimana? Tenang aja, selama konfirmasi pembayaran tidak diaktifkan, tidak masalah kok. Jadi anda registrasi/membuka account agar dapat menggunakan tools penaksiran kata kunci. Masuk ke situs http://www.google.co.id/ klik program periklanan , kemudian lakukan registrasi sesuai dengan petunjuk, plih paket standard karena toolsnya lebih lengkap. Setelah proses registrasi selesai, masuk ke account anda, klik tab alat bantu, kemudian klik link Penaksir Tingkat Kunjungan, masukkan kata kunci yang ingin anda cari, klik lanjut, dan tersajilah data yang anda inginkan. Sangat akurat dan lengkap yang terdiri dari beberapa kolom, yaitu voume pencarian (dalam bentuk bar graph), perkiraan Biaya Per Klik (BPK) rata-rata, Perkiraan posisi iklan, Perkiraan Klik Per hari, dan Perkiraan Biaya Per Hari. Data yang cukup untuk riset keywords anda.
Di bawah, merupakan contoh perbandingan hasil pencarian dari tools di overture (seperti di artikel sebelumnya) dengan hasil pencarian tools Google Adwords untuk situs niche http://www.welding-engineering.com/ :
|
Kata kunci |
Klik Per Bulan di Oveture |
Klik Per Bulan di Google |
|
Welding |
64.023 |
44.070 |
|
Laser welding |
8.995 |
510 |
|
Tig Welding |
4.452 |
1.200 |
|
Mig Welding |
3.702 |
1.320 |
|
Arc Welding |
3.457 |
1.500 |
Dari table diatas terlihat banyaknya pencarian kata kunci di overture dan adwords agak berbeda, hasil pencarian yang tinggi di overture belum tentu di google adwords juga tinggi. Silahkan kombinasikan kedua tools ini untuk hasil yang optimal.
OK gampang bukan? Silahkan mencoba.
Cara Menemukan Ide untuk Tema Situs Adsense November 17, 2007
Posted by yudieerlangga in Tak Berkategori.Tags: adsense
add a comment
Author: adehendra | Published: 26th April 2007
Apa masalah yang dihadapi ketika pertama kali memutuskan untuk menekuni Google Adsense? Diluar masalah teknis seperti bagaimana cara membuat web, pertanyaan utama dan klasik adalah “Saya mau membuat situs tentang apa ?” Kelihatannya sepele, tapi banyak orang yang tidak segera memulai karena tidak bisa menjawab pertanyaan sederhana ini. Memang jawabannya susah-susah gampang. Artikel di bawah ini mungkin bisa membantu anda untuk menemukan tema apa yang akan digunakan di situs adsense anda.
Dalam artikel sebelumnya (Mendulang Dollar dengan Google Adsense) sudah dijelaskan bahwa untuk memulai bisnis adsense kita harus mempunyai sebuah situs. Ya, situs ibarat toko dan adsense ibarat isinya. Terus, apa masalah yang mungkin dihadapi ketika pertama kali memulai bisnis adsense? Mungkin ada yang bilang, tidak mengerti bagaimana cara membuat situs, OK, ada benarnya, tapi sekarang bisa dipecahkan dengan membuat blog, seperti di blogger (blogger.com) yang navigasinya sudah sangat-sangat user friendly bagi pemula sekalipun. Pertanyaan yang muncul, mungkin lebih ke “Saya mau membuat situs tentang apa?” atau “Apa tema (niche) situs yang akan saya buat?” Tul gak? Ok, mari kita bahas lebih detail.
Secara umum ada dua cara untuk menemukan ide tentang topic situs (niche website) yang akan dibuat, pertama dari keahlian yang dimiliki atau hobi yang dipunyai. Seandainya anda seorang montir, buatlah situs tentang tips-tips merawat kendaraan misalnya, atau seorang broker property, bisa membuat situs tentang bagaimana cara membeli rumah sesuai dengan keinginan dan harga yang miing. Bisa juga dari hobi, misalnya anda mempunyai hobi merawat tanaman adenium atau ikan koi, bisa membuat situs tentang hal tsb. Keunggulan membuat membuat situs tentang keahlian atau hobi kita adalah kita mempunyai sumbar dan energi yang tidak terbatas untuk terus mengembangkan dan mengupdate situs kita. Ingat, secara umum situs adsense merupakan situs yang menjual informasi, semakin berguna, spesifik, dan unik informasi yang kita berikan. maka situs kita akan mendapat banyak pengunjung dan tentu saja akan meningkatkan peluang mereka untuk mengklik iklan-iklan yang ada di situs kita.
Cara yang kedua, mirip dengan cara pedagang general supplier atau kadang terkenal denga istilah “Elo cari apa aja gue ada”. Ya, kita membuat tema situs sesuai dengan demand atau tuntutan pasar atau dengan topic yang banyak dicari orang di internet, atau topic apa yang lag “hot” di saat itu, seperti pedagang buah, lagi musim durian, jualan durian, musim duku jual duku dsb. hukum dagang menyebutkan, jika anda mau membuat suatu produk, buatlah produk yang paling banyak dicari tapi sedikit penyuplainya.
Hukum ekonomi supply dan demand berlaku juga untuk bisnis google, semakin tinggi permintaan (demand) dan semakin sedikit pemasok (supply), maka semakin bagus. Topik yang paling bagus untuk dijadikan situs niche adalah topic yang yang paling banyak dicari para pengguna intenet, tetapi hanya sedikit situs yang memuat infomasi tersebut. Dalam dunia adsense, topic yang dimaksud diwakili oleh kata kunci (keyword) dan dan supply diwakili oleh hasil pencarian.
Bagaimana cara mengetahui keyword (demand) yang paling banyak dicari? Untuk pemula, anda bisa menggunakan di http://www.inventory.overture.com/, sebenarnya ada beberapa situs yang menawarkan software berbayar untuk pencarian keyword (seperti wordtracker.com atau toppayingkeywords.com, coba search di google dengan kata kunci “high paying keywords”), namun untuk pemula, yang gratisan saja sudah cukup. Yup, sekarang dimulai, studi kasus lagi, kembali ke situs contoh http://www.welding-engineering.com/ , awalnya dibentuk dengan riset kata kunci welding, kenapa topiknya welding (pengelasan)?, karena saya punya kompetensi dibidang itu, masukkan kata ke overture dan akan keluar hasil pencarian pada bulan sebelumnya.
Catatan: Tools di overture ini merupakan gambaran banyaknya pencarian di yahoo.com, untuk estimasi pencarian di google, hasil di overture dikalikan tiga.
Terlihat dari overture bahwa pada bulan Februari 2007, kata welding dicari sebanyak 64023 Kali, dan terdapat juga kata-kata yang mempunyai frasa dengan music. Berarti demandnya cukup tinggi ya, nah sekarang kita ingin tahu kondisi supply dengan menggunakan google.com. Woow… ternyata hasi pencarian untuk keyword welding di google mencapai 33,6 juta kata, sudah terlalu banyak suplainya (terlalu banyak saingan ya).
Catatan: Tidak ada jumlah yang pasti berapa perbandingan antara yang dicari dengan hasil pencarain yang layak untuk dijadikan sebuah situs niche. Namun para pengguna adsense biasanya memakai patokan > 3000 yang dicari (overture). Jadi terus bagaimana dong? Berarti membuat website tentang welding gak feasible dong? Jangan putus asa dulu, hasil pencarian di overture tidak hanya kata dalam bentuk tunggal kan, ada kata welding dalam bentuk frasa, seperti arc welding, tig welding, laser welding, mig welding dan handbook welding, hasil riset detail lihat di table:
|
Kata Kunci |
Overture |
Hasil di Google |
Penilaian |
|
Welding |
64.023 |
33.600.000 |
Tidak Layak |
|
laser welding |
8.995 |
1.750.000 |
OK |
|
tig welding |
4.452 |
1.230.000 |
OK |
|
mig welding |
3.702 |
1.260.000 |
OK |
|
Arc welding |
3.457 |
1.510.000 |
OK |
Nah ternyata jika kita membidik kata kunci dalam bentuk frasa sudah feasible. Di website http://www.welding-engineering.com/ , topic saya lebih fokus ke empat frase welding diatas.
Ulangi proses ini untuk berbagai kata kunci, hingga anda menemuan kata kunci yang cocok. Anda bisa menemukan ribuan kemungkinan kata kunci sesuai minat anda, dalam adsense, satu kata kunci bisa untuk satu niche/topic, masih ingat berapa jumlah kata dalam suatu kamus? Jutaan kan, berarti resources kita tidak terbatas, tinggal memilih mana yang cocok.
Selain dua faktor, diatas, sebenarnya ada satu lagi faktor yang harus dipertimbangkan, yaitu nilai dari kata kunci yang anda bidik. Berapa sih bayaran yang akan diperoleh jika orang mengklik iklan dengan keyword ini? anda bisa buka http://www.symbiotic.com/ , situs yang memuat database tentang nilai Pay Per Click (PPC) suatu keywod dan jumlah pencarian per hari, meskipun keyword di database situs ini cukup banyak tapi tidak mewakili semuanya. Artinya jika anda tidak menemukan kata kunci di symbiotic, bukan berarti keyword tersebut tidak layak.
OK, dari penjelasan di atas, anda sudah siap untuk membuat sebuah situs niche, cara pertama buat situs niche sesuai keahlian atau hobi yang dimiliki atau kedua, buat situs berdasarkan hasil riset supply dan demand, dengan tiga factor kunci dalam menentukan niche (tema) sebuah situs, banyak pencarian kata (http://www.inventory.overture.com/), hasil pencarian (google.com), dan perkiraan nilai PPC keyword ( symbiotic.com). Selamat mencoba dan semoga sukses.
[Reviewer dan Editor: Romi Satria Wahono]